Pekerja Terperosok di Gorong-gorong, Polisi Periksa Mandor

Jakarta TUJUAN JP – Polisi memeriksa seorang mandor dan tiga pekerja proyek terkait longsornya gorong-gorong yang menyebabkan seorang pekerja tertimbun. Pemeriksaan dilakukan di Polsek Metro Penjaringan.AGENT TOGEL TERPERCAYA
“Mandor lagi diperiksa di Polsek, beserta tiga orang pekerja lain,” Kapolsek Metro Penjaringan Jakarta Utara AKBP Rachmat Sumekar di lokasi, Jalan Jembatan Tiga, Pluit, Jakarta Utara, Selasa (1/5/2018).
Rachmat mengatakan pekerja tersebut jatuh sejak pukul 15.00 WIB. Lalu pihaknya dan petugas pemadam kebakaran langsung meluncur ke lokasi.
“Dari pukul 15.00 WIB, jadi ini pekerja proyek lagi gali tanahnya ambrol lalu tertimpa, dan nggak bisa keluar,” ujarnya.
Para petugas yang melakukan evakuasi terpaksa membuat lubang baru. Lantaran lubang tempat korban terjatuh sudah tertimbun. PROMO DEPOSIT HARIAN
“Mau lewat situ kan berbahaya, akhirnya salah satu jalan digali, karena alatnya (bornya) nggak kuat, ini kita lagi nunggu back hoe,” ucapnya.
Korban yang tertimbun itu diketahui bernama Tarno (42). Sebelum peristiwa itu terjadi Tarno sedang melakukan galian bersama tiga rekannya. Saat bekerja di dalam gorong-gorong lubang yang digali tiba-tiba longsor.AGENT BOLA TERPERCAYA
“Sewaktu saksi bersama korban sedang menggali saluran PAM Air Palyja dan posisi korban berada di dalam lubang yang digali tiba-tiba terjadi longsor yang berasal dinding galian. Sehingga korban terjebak di dalam galian lubang saluran PAM Air Palyja tersebut,” kata Kepala Sudin Damkar Jakarta Utara Satriadi Gunawan, saat dimintai konfirmasi.
Rekan-rekan Tarno yang terdiri dari Iyan (18), Sarju (46) dan Jai (28) sempat melakukan upaya pertolongan. Satriadi mengatakan, karena takut terjadi longsor susulan mereka menghentikan pertolongan dan menunggu petugas untuk melakukan evakuasi.
“Para saksi sempat membantu namun dikhawatirkan terjadi longsor kembali. Para saksi menyelamatkan diri dan hingga saat ini korban masih berada di dalam lubang galian PAM tersebut,” jelas Satriadi.